Rudolf Bosscha (1865-1928)
Rudolf
Bosscha is a dutch man
who was born on May 15th, 1865. In age of 22 years old he came to Indonesia to
help tea garden of his uncle in Sinagar near Cibadak, Sukabumi.
Rudolf Bosscha adalah seorang
pria asal Belanda yang lahir pada tanggal 15 Mei 1865. Dalam usia 22 tahun ia
datang ke Indonesia untuk membantu kebun teh pamannya di Sinagar dekat Cibadak,
Sukabumi.
On suggestion of
his father he planed an observatory. Together with an astronomer, J. Voute, he
went to Germany to buy a star telescope in year 1921. This telescope was set in
Lembang, Bandungthe place assumed right for observation because the air is
clean and located rather on the hill.
Atas
saran ayahnya ia merencanakan mendirikan stasiun pengamatan bintang. Bersama
seorang astronom, J. Voute, ia pergi ke Jerman membeli sebuah teropong bintang
pada tahun 1921. Teropong ini dipasang di Lembang, Bandung, tempat yang
dianggap cocok untuk pengamatan karena udaranya bersih dan terletak agak di
atas bukit.
On November
17th, 1923, Bosscha obsevatory is inaugurated by Governon General D. Fock,
while J. Voute is made as the first director.
Pada
tanggal 17 November 1923, observtorium Bosscha diresmikan oleh Gubernur
Jenderal D. Fock, sedangkan J. Voute diangkat sebagai direktur pertamanya.
Bosscha has
succed for placing Netherland Indie (Indonesia) in the front line of space
research at that time, besides he also recognized the use the metric system in
Indonesia and one founder of THS or ITB now. He died on November 26th, 1928 and
burried in Malabar, Weat Java.
Bosscha
berjasa menempatkan Hindia Belanda (Indonesia) di garis depan penelitian
angkasa waktu itu, selain itu ia juga memperkenalkan penggunaan sistem metrik
di Indonesia dan merupakan salah satu pemrakasa berdirinya THS atau ITB
sekarang. Ia meninggal pada tanggal 26 November 1928 dan dimakamkan di Malabar,
Jawa Barat.
Source from Ensiklopedi Keluarga,
PT. Cipta Mitra Sanadi
Komentar
Posting Komentar